Sumber Arus Listrik
Untuk dapat bergerak, mobil mainan
memerlukan tenaga penggerak. Tenaga itu berasal dari baterai yang ada di
dalamnya. Pada baterai tersebut terjadi perubahan energi kimia menjadi energi
listrik. Baterai, sebagai tempat pengubah suatu energi menjadi energi listrik,
dikenal sebagai sumber arus listrik. Fenomena perubahan suatu jenis energi
menjadi energi listrik itu akan kamu pelajari pada bab ini. Pada bab ini kamu
akan mempelajari pengertian gaya gerak listrik dan sumber arus listrik, dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
A. GAYA
GERAK LISTRIK
Pernahkah kamu memerhatikan tulisan
1,5 V pada baterai, atau 6 V dan 12 V pada akumulator? Besaran 1,5 V, 6 V atau
12 V yang tertulis pada badan baterai atau akumulator menunjukkan beda
potensial listrik yang dimilikinya. Hal itu sering disebut gaya gerak listrik
(GGL). Untuk membantumu memahami pengertian gaya gerak listrik, perhatikan
Gambar 9.1 dan perhatikan pula penjelasannya.
Jika sakelar (sk) ditutup, elektron
di kutub negatif baterai akan bergerak melalui penghantar menuju kutub positif.
Selama dalam perjalanannya, elektron mendapat tambahan energi dari gaya tarik
kutub positif. Namun, energi itu akan habis karena adanya tumbukan
antarelektron; di dalam lampu tumbukan itu mengakibatkan filamen berpijar dan
mengeluarkan cahaya. Sesampainya di kutub positif, elektron tetap cenderung
bergerak menuju ke kutub negatif kembali. Namun, hal itu sulit jika tidak ada
bantuan energi luar. Energi luar tersebut berupa energi kimia dari baterai.
Energi yang diperlukan untuk memindah elektron di dalam sumber arus itulah yang
disebut gaya gerak listrik (GGL).
Pada Gambar 9.1 tegangan terukur
pada titik AB (misalnya menggunakan voltmeter) ketika sakelar terbuka merupakan
GGL baterai. Adapun tegangan terukur ketika sakelar tertutup merupakan tegangan
jepit. Nilai tegangan jepit selalu lebih kecil daripada gaya gerak listrik.
Tahukah kamu mengapa demikian?
B. SUMBER
ARUS LISTRIK
Kamu sudah mengetahui bagaimana
terjadinya arus listrik. Selain itu kamu juga sudah mengenal komponen yang
dapat membantu gerakan elektron dalam suatu rangkaian. Suatu komponen yang
berfungsi sebagai tempat untuk mengubah satu jenis energi, misalnya energi
kimia dan energi gerak, menjadi energi listrik disebut sumber arus listrik.
Contohnya baterai, akumulator, dan generator.
Sumber arus listrik dibedakan menjadi
dua, yaitu sumber arus listrik bolak-balik (AC) dan sumber arus listrik searah
(DC). Sumber arus listrik AC dihasilkan oleh dinamo arus AC dan generator. Ada
beberapa macam sumber arus searah, misalnya sel volta, elemen kering (baterai),
akumulator, solar sel, dan dinamo arus searah. Elemen volta, batu baterai, dan
akumulator merupakan sumber arus searah yang dihasilkan oleh reaksi kimia. Oleh
karena itu, elemen volta, batu baterai, dan akumulator sering disebut
elektrokimia. Dikatakan elektrokimia sebab alat tersebut mengubah energi kimia
menjadi energi listrik.
Elemen dibedakan menjadi dua, yaitu
elemen primer dan elemen sekunder. Elemen primer adalah elemen yang setelah
habis muatannya tidak dapat diisi kembali. Contohnya elemen volta dan batu
baterai. Elemen sekunder adalah elemen yang setelah habis muatannya dapat diisi
kembali. Contohnya akumulator (aki). Pada elemen volta, baterai, dan akumulator
terdapat tiga bagian utama, yaitu
a. anode, elektrode positif yang
memiliki potensial tinggi,
b. katode, elektrode negatif yang
memiliki potensial rendah,
c. larutan elektrolit, cairan yang
dapat menghantarkan arus listrik.
Untuk lebih memahami prinsip kerja
beberapa contoh elektrokimia, ikutilah uraian berikut.
1. Elemen
Volta
Elemen Volta dikembangkan pertama
kali oleh Fisikawan Italia bernama Allesandro Volta (1790-1800) dengan
menggunakan sebuah bejana yang diisi larutan asam sulfat (H2SO4) dan dua logam
tembaga (Cu) dan seng (Zn). Bagian utama elemen Volta, yaitu
a. kutub positif (anode) terbuat
dari tembaga (Cu),
b. kutub negatif (katode) terbuat
dari seng (Zn),
c. larutan elektrolit terbuat dari
asam sulfat (H2SO4).
Lempeng tembaga memiliki potensial
tinggi, sedangkan lempeng seng memiliki potensial rendah. Jika kedua lempeng
logam itu dihubungkan melalui lampu, lampu akan menyala. Hal ini membuktikan
adanya arus listrik yang mengalir pada lampu. Ketika lampu menyala, larutan
elektrolit akan bereaksi dengan logam tembaga maupun seng sehingga menghasilkan
sejumlah elektron yang mengalir dari seng menuju tembaga. Adapun, reaksi kimia
pada elemen Volta adalah sebagai berikut.
· Pada larutan elektrolit terjadi
reaksi H2SO4 → 2H+ + SO2–4
· Pada kutub positif terjadi reaksi
Cu + 2H+ → polarisasi H2
Pada kutub negatif terjadi reaksi Zn
+ SO4 → ZnSO4+ 2e
Reaksi kimia pada elemen Volta akan
menghasilkan gelembung-gelembung gas hidrogen (H2). Gas hidrogen tidak dapat
bereaksi dengan tembaga, sehingga gas hidrogen hanya menempel dan menutupi
lempeng tembaga yang bersifat isolator listrik. Hal ini menyebabkan terhalangnya
aliran elektron dari seng menuju tembaga maupun arus listrik dari tembaga
menuju seng. Peristiwa tertutupnya lempeng tembaga oleh gelembung-gelembung gas
hidrogen disebut polarisasi. Adanya polarisasi gas hidrogen pada lempeng
tembaga menyebabkan elemen Volta mampu mengalirkan arus listrik hanya sebentar.
Tegangan yang dihasilkan setiap elemen Volta sekitar 1,1 volt. Penggunaan
larutan elektrolit yang berupa cairan merupakan kelemahan elemen Volta karena
dapat membasahi peralatan lainnya.
2. Elemen
Kering
Elemen kering disebut juga baterai.
Elemen kering pertama kali dibuat oleh Leclance. Bagian utama elemen kering
adalah
a. kutub positif (anode) terbuat
dari batang karbon (C),
b. kutub negatif (katode) terbuat
dari seng (Zn),
c. larutan elektrolit terbuat dari
amonium klorida (NH4Cl),
d. dispolarisator terbuat dari
mangan dioksida (MnO2).
Baterai disebut elemen kering,
karena elektrolitnya merupakan
campuran antara serbuk karbon, batu
kawi, dan salmiak yang berwujud pasta (kering). Batang karbon (batang arang)
memiliki potensial tinggi, sedangkan lempeng seng memiliki potensial rendah.
Jika kedua elektrode itu dihubungkan dengan lampu maka lampu akan menyala. Hal
ini membuktikan adanya arus listrik yang mengalir pada lampu. Ketika lampu
menyala, larutan elektrolit akan bereaksi dengan seng. Adapun, reaksi kimia
pada batu baterai adalah sebagai berikut.
· Pada larutan elektrolit terjadi
reaksi Zn + 2NH4Cl → Zn2+ + 2Cl + 2NH3 + H2 (ditangkap dispolarisasi)
· Pada dispolarisator terjadi reaksi
H2 + 2MnO2 → Mn2O3 + H2O
Reaksi kimia pada batu baterai akan
menghasilkan gelembung-gelembung gas hidrogen (H2). Gas hidrogen akan ditangkap
dan bereaksi dengan dispolarisator yang berupa mangan dioksida (MnO2)
menghasilkan air (H2O), sehingga pada batu baterai tidak terjadi polarisasi gas
hidrogen yang mengganggu jalannya arus listrik. Bahan yang dapat menghilangkan
polarisasi gas hidrogen disebut dispolarisator. Adanya bahan dispolarisator
pada batu baterai, menyebabkan arus listrik yang mengalir lebih lama. Setiap
batu baterai menghasilkan tegangan 1,5 volt. Elemen kering (batu baterai)
banyak dijual di toko karena memiliki keunggulan antara lain tahan lama (awet),
praktis karena bentuk sesuai kebutuhan, dan tidak membasahi peralatan karena
elektrolitnya berupa pasta (kering).
3.
Akumulator
Akumulator sering disebut aki.
Elektrode akumulator baik anode dan katode terbuat dari timbal (Cu) berpori.
Bagian utama akumulator, yaitu
a. kutup positif (anode) terbuat
dari timbal dioksida (PbO2),
b. kutub negatif (katode) terbuat
dari timbal murni (Pb),
c. larutan elektrolit terbuat dari
asam sulfat (H2SO4) dengan kepekatan 30%.
Lempeng timbal dioksida dan timbal
murni disusun saling bersisipan akan membentuk satu pasang sel akumulator yang
saling berdekatan dan dipisahkan oleh bahan penyekat berupa isolator. Beda
potensial yang dihasilkan setiap satu sel akumulator 2 volt. Dalam kehidupan
sehari-hari, ada akumulator 12 volt yang digunakan untuk menghidupkan starter
mobil atau untuk menghidupkan lampu sein depan dan belakang mobil. Akumulator
12 volt tersusun dari 6 pasang sel akumulator yang disusun seri. Kemampuan
akumulator dalam mengalirkan arus listrik disebut kapasitas akumulator yang
dinyatakan dengan satuan Ampere Hour (AH). Kapasitas akumulator 50 AH artinya
akumulator mampu mengalirkan arus listrik 1 ampere yang dapat bertahan selama
50 jam tanpa pengisian kembali.
a. Proses Pengosongan Akumulator
Pada saat akumulator digunakan,
terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik dan terjadi perubahan
anode, katode dan elektrolitnya. Pada anode terjadi perubahan yaitu timbal
dioksida (PbO2) menjadi timbal sulfat (PbSO4). Perubahan yang terjadi pada
katode adalah timbal murni (Pb) menjadi timbal sulfat (PbSO4). Adapun pada
larutan elektrolit terjadi perubahan, yaitu asam sulfat pekat menjadi encer,
karena pada pengosongan akumulator terbentuk air (H2O). Susunan akumulator
adalah sebagai berikut.
a. Kutub positif (anode) terbuat
dari timbal dioksida (PbO2).
b. Kutub negatif (katode) terbuat
dari timbal murni (Pb).
c. Larutan elektrolit terbuat dari
asam sulfat (H2SO4) dengan kepekatan 30%.
Ketika akumulator digunakan, terjadi
reaksi antara larutan elektrolit dengan timbal dioksida dan timbal murni
sehingga menghasilkan elektron dan air. Reaksi kimia pada akumulator yang
dikosongkan adalah sebagai berikut.
· Pada elektrolit : H2SO4 →2H+
+ SO4 2–
· Pada anode: PbO2 + 2H+ + 2e +
H2SO4 →PbSO4+2H2O
· Pada katode : Pb + SO 42 →
PbSO4
Pada saat akumulator digunakan, baik
anode maupun katode perlahan-lahan akan berubah menjadi timbal sulfat (PbSO4).
Jika hal itu terjadi, maka kedua kutubnya memiliki potensial sama dan arus
listrik berhenti mengalir. Terbentuknya air pada reaksi kimia menyebabkan
kepekatan asam sulfat berkurang, sehingga mengurangi massa jenisnya. Keadaan ini
dikatakan akumulator kosong (habis).
b. Proses Pengisian Akumulator
Akumulator termasuk elemen sekunder,
sehingga setelah habis dapat diisi kembali. Pengisian akumulator sering disebut
penyetruman akumulator. Pada saat penyetruman akumulator terjadi perubahan
energi listrik menjadi energi kimia. Perubahan yang terjadi pada anode, yaitu
timbal sulfat (PbSO4) berubah menjadi timbal dioksida (PbO2). Perubahan pada
anode, yaitu timbal sulfat (PbSO4) berubah menjadi timbal murni (Pb). Kepekatan
asam sulfat akan berubah dari encer menjadi pekat, karena ketika akumulator
disetrum terjadi penguapan air. Bagaimanakah cara menyetrum akumulator?
Untuk menyetrum akumulator
diperlukan sumber tegangan DC lain yang memiliki beda potensial yang lebih
besar. Misalnya akumulator 6 volt kosong harus disetrum dengan sumber arus yang
tegangannya lebih dari 6 volt. Kutub-kutub akumulator dihubungkan dengan kutub
sumber tegangan. Kutub positif sumber tegangan dihubungkan dengan kutub positif
akumulator. Adapun, kutub negatif sumber tegangan dihubungkan dengan kutub
negatif akumulator. Rangkaian ini menyebabkan aliran elektron sumber tegangan
DC berlawanan dengan arah aliran elektron akumulator.
Elektron-elektron pada akumulator
dipaksa kembali ke elektrode akumulator semula, sehingga dapat membalik reaksi
kimia pada kedua elektrodenya. Agar hasil penyetruman akumulator lebih baik,
maka arus yang digunakan untuk mengisi kecil dan waktu pengisian lama. Besarnya
arus listrik diatur dengan reostat. Pada saat pengisian terjadi penguapan asam
sulfat, sehingga menambah kepekatan asam sulfat dan permukaan asam sulfat
turun. Oleh sebab itu, perlu ditambah air akumulator kembali.
Susunan akumulator yang akan
disetrum (diisi) dalam keadaan masih kosong, yaitu
a. kutub positif (anode) terbuat dari
timbal dioksida (PbSO4),
b. kutub negatif (katode) terbuat
dari timbal murni (PbSO4),
c. larutan elektrolit terbuat dari
asam sulfat (H2SO4) encer.
Reaksi kimia saat akumulator diisi,
yaitu
· pada elektrolit : H2SO4 →2H+
+ SO4 2–
· pada anode : PbSO4 + SO4 2– +
2H2O→ PbO2 + 2H2SO4
· pada katode: PbSO4 + 2H+ → Pb +
H2SO4
Jadi, saat penyetruman akumulator
pada prinsipnya mengubah anode dan katode yang berupa timbal sulfat (PbSO4)
menjadi timbal dioksida (PbO2) dan timbal murni (Pb).
C.
PENGUKURAN TEGANGAN LISTRIK
Kamu sudah mengetahui bahwa alat
ukur lsitrik yang cukup penitng, selain amperemeter, adalah voltmeter.
Amperemeter digunakan untuk mengetahui kuat arus listrik dalam suatu rangkaian
tertutup. Adapun, voltmeter digunakan untuk mengukur beda potensial. Misalnya
beda potensial antara kutub-kutub baterai atau beda potensial di dua titik
suatu rangkaian listrik.
Dalam suatu rangkaian, penggunaan
voltmeter secara paralel. Maksudnya, terminal positif voltmeter (berwarna
merah) dihubungkan dengan kutub positif batu baterai. Adapun kutub negatif
voltmeter dihubungkan dengan kutub negatif batu baterai.
Salah satu contoh penggunaan
voltmeter yaitu pada pengukuran gaya gerak listrik dan tegangan jepit suatu
rangkaian. Untuk lebih jelasnya, lakukan Kegiatan 9.1 secara berkelompok.
Sebelumnya, bentuklah satu kelompok yang terdiri 4 siswa; 2 lakilaki dan 2
perempuan.
Perbedaan antara besarnya GGL dengan
tegangan jepit menimbulkan adanya kerugian tegangan. Baterai atau sumber arus
listrik lainnya memiliki hambatan dalam. Dalam suatu rangkaian, hambatan dalam
(r) selalu tersusun seri dengan hambatan luar (R). Perhatikan Gambar 9.8.
Berdasarkan gambar, rumus Hukum Ohm dapat ditulis sebagai berikut.
Untuk beberapa elemen yang dipasang
secara seri berlaku
Keberadaan hambatan dalam itulah
yang menyebabkan menyebabkan kerugian tegangan. Kerugian tegangan dilambangkan
dengan U satuannya volt. Hubungan antara GGL, tegangan jepit, dan kerugian
tegangan dirumuskan.
E = V + U dengan: E = gaya gerak
listrik satuannya volt (V)
- V = tegangan jepit satuannya
volt (V)
- U = kerugian tegangan satuannya
volt (V)
SUMBER ARUS LISTRIK
SUMBER ARUS LISTRIK
Arus listrik mengalir dalam suatu rangkaian karena adanya beda potensial antara dua titik dalam rangkaian yaitu dari titik berpotensial tinggi ke titik berpotensial rendah. Agar arus terus mengalir dalam rangkaian harus ada alat yang dapat mempertahankan beda potensial yang disebut sumber gaya gerak listrik. Sumber gaya gerak listrik adalah suatu alat yang dapat mengubah energi kimia, gerak atau energi bentuk lain ke bentuk energi listrik yang diperlukan untuk mempertahankan muatan listrik terus mengalir secara kontinyu. Jadi GGL merupakan beda potensial dan GGL dapat menyebabkan arus mengalir, sehingga sumber GGL dapat juga dikatakan sumber beda potensial atau sumber arus listrik.
A. MACAM- MACAM SUMBER ARUS LISTRIK
· Berdasarkan arus yang dihasilkan sumber arus dibedakan menjadi :
1. Sumber arus AC (Alternating Curent ) adalah sumber arus listrik yang menghasilkan arus bolak-balik. Misalnya : Generator, dinamo sepeda.
2. Sumber arus DC (Direct Curent ) adalah sumber arus listrik yang menghasilkan arus searah. Misalnya : elemen .
Elemen adalah sumber arus listrik searah yang berasal dari reaksi kimia. Ketika digunakan elemen mengubah energi kimia menjadi energi listrik.
· Berdasarkan sifat bahan yang digunakan elemen dibedakan menjadi :
1. Elemen primer adalah elemen yang reaksi kimia didalamnya tidak dapat diperbaharui lagi. sehingga jika energi listriknya telah habis tidak dapat dimuati lagi atau diisi lagi (sekali pakai).Contoh : elemen volta, elemen daniel, elemen kering (baterai ).
2. Elemen sekunder adalah elemen yang reaksi kimia di dalamnya dapat diperbaharui sehingga jika energi listriknya telah habis dapat diisi ulang (dicharge). Contoh : accumulator, sel Nicad
· Berdasarkan bentuk bahan elektrolit yang digunakan :
1. Elemen kering yaitu elemen yang lektrolitnya berupa campuran seperti pasta.
2. Elemen basah yaitu elemen yang elektrolitnya berupa cairan.
Elektrolit adalah zat kimia yang dapat menghantarkan arus listrik.
B. SUSUNAN DAN CARA KERJA ELEMEN LISTRIK:
1. Elemen Volta
Susunan elemen Volta sebagai berikut :
Elektroda positif (anoda ) : tembaga (Cu)
Elektroda negatif (katoda) : seng (Zn)
Elektrolit : asam sulfat (H2SO4)
Cara kerja :
Ketika kedua elektroda dihubungkan dengan suatu penghantar akan terjadi reaksi kimia . Ion-ion seng positif melarut dalam asam sehingga seng memiliki banyak elektron ( bermuatan negatif). Elektron-elektron dari seng mengalir melalui penghantar menuju tembaga. Arus listrik mengalir dari tembaga menuju seng. Pada tembaga elektron-elektron ditangkap oleh ion-ion positif hidrogen dalam larutan asam, sehingga ion hidrogen berubah menjadi gas hidrogen dan mengumpul pada tembaga (terjadi polarisasi ). Karena terjadinya polarisasi ini maka pada elemen volta arus mengalir hanya sebentar. Agar arus terus-menerus mengalir, gelembung gas harus dibersihkan.
Polarisasi adalah peristiwa terbentuknya gelembung-gelembung gas hidrogen hasil reaksi kimia yang menyelimuti lapisan plat tembaga.
Beda potensial yang dihasilkan + 1,5 volt.
2. Elemen Daniel
Susunan elemen Daniel sebagai berikut :
Anoda : tembaga (Cu)
Katoda : seng (Zn)
Elektrolit : asam sulfat (H2SO4)
Depolarisator : tembaga sulfat ( CuSO4)
Cara kerja sama seperti pada elemen volta hanya sebelum hasil reaksi menutup tembaga akan bereaksi dulu dengan CuSO4 sehingga tidak terjadi polarisasi.
Depolarisator adalah larutan yang berfungsi mencegah terjadinya polarisasi sehingga arus dapat mengalir lebih lama.
Beda potensial yang dihasilkan + 1,5 Volt
3. Elemen Kering (Baterai)
Elemen kering yang paling umum digunakan adalah sel karbon seng . Susunannya sebagai berikut :.
Anoda : batang karbon (C)
Katoda : seng (Zn)
Elektrolit : Amonium Clorida
(NH4Cl)
Depolarisator : Mangan dioksida dan serbuk karbon ( MnO2 + C ).
Cara kerja :
Ketika kedua elektroda dihubungkan dengan suatu penghantar maka akan terjadi reaksi kimia yang menghasilkan aliran arus listrik. Pada saat yang sama akan terjadi gelembung gas Hidrogen yang kemudian diserap oleh campuran MnO2 + C sehingga tidak menempel pada anoda.
Baterai mengubah energi kimia menjadi energi listrik.
Beda potensial yang dihasilkan + 1,5 volt.
Sel karbon seng termasuk elemen primer karena jika muatanya habis maka tidak dapat diisi ulang. Namun ada juga sel kering yang bias diisi ulang. Contohnya sel Nicad.
4. Accumulator (aki )
Susunan Accumulator sebagai berikut :
Anoda : timbal dioksida (PbO2)
Katoda : timbal (Pb)
Elektrolit : asam sulfat (H2SO4)
Beda potensial yang dihasilkan satu sel accumulator + 2 volt.
Sebuah aki 12 volt memiliki 6 sel yang disusun seri.
Cara Kerja :
Ketika accumulator digunakan terjadi :
- perubahan energi kimia menjadi energi listrik
- Reaksi kimia : PbO2 + Pb + 2 H2SO4 2PbSO4 + 2H2O
Timbal diosida dan timbal mejadi timbal sulfat. Dalam reaksi ini dilepaskan electron-elektron sehingga arus listrik mengalir pada penghantar luar dari kutub + ke kutub -. Reaksi kimia yang terjadi mengencerkan asam sulfat sehingga massa jenisnya berkurang. Pada nilai massa jenis tertentu, aki tidak dapat menghasilkan muatan listrik (accumulator mati/ soak). Agar dapat digunakan kembali accu harus di muati ulang.
Ketika accumulator diisi (dicharge) terjadi :
- perubahan energi listrik menjadi energi kimia
- reaksi kimia : 2PbSO4 + 2H2O PbO2 + Pb + 2H2SO4
Pengisian aki dilakukan dengan mengalirkan arus searah yang memiliki beda potensial lebih besar dari beda potensial aki dengan cara menghubungkan kutub positif sumber arus pengisi dengan kutub positif aki (PbO2) dan kutub negatif sumber arus pengisi dengan kutub negatif aki ( Pb).
Kapasitas penyimpanan aki diukur dalam satuan ampere hour(AH).Contoh: sebuah aki memiliki 12 V 40 AH berarti ggl aki 12 volt dan dapat mengalirkan arus 1 ampere selama 40 jam atau 0,5 ampere selama 80 jam sebelum aki dimuati ulang.
C. GAYA GERAK LISTRIK (GGL ) DAN PENGUKURANNYA
1. Gaya gerak listrik
Gaya gerak listrik suatu sumber arus listrik adalah beda potensial antara ujung-ujung sumber arus listrik ketika sumber arus tidak mengalirkan arus listrik ( pada rangkaian terbuka ).
ELambang GGL :
Satuan GGL adalah Volt.
VCara mengukur beda potensial atau tegangan dengan menggunakan voltmeter :
Cara mengukur GGL
Rangkaian GGL :
a. Susunan seri
ET = E1 +E2 +E3 + …+En
Jika besar GGL setiap sumber arus sama,
maka :
Es = E +E +E+ …+En
= n x E
rs = r + r + r … = n x r
b. Susunan paralel
Ep = E1 =E2 =E3 = …=En
Jika besar GGL setiap sumber arus sama, maka :
Ep = E
rp = r
n
Keterangan :
Ep = GGL pengganti parallel satuannya volt ( V)
rp = hambatan dalam satuannya ohm ( W )
Es = GGL pengganti seri satuannya volt ( V)
rs = hambatan dalam satuannya ohm ( W )
n = banyaknya sumber arus
2. Tegangan Jepit (tegangan terpakai )
Tegangan jepit adalah beda potensial antara kutub-kutub sumber arus listrik ketika sumber arus lisrtrik mengalirkan arus ( rangkaian tertutup ).
Nilai tegangan jepit bergantung pada nilai bebannya.
Lambang : VCara mengukur tegangan jepit :
Arus listrik mengalir dalam suatu rangkaian karena adanya beda potensial antara dua titik dalam rangkaian yaitu dari titik berpotensial tinggi ke titik berpotensial rendah. Agar arus terus mengalir dalam rangkaian harus ada alat yang dapat mempertahankan beda potensial yang disebut sumber gaya gerak listrik. Sumber gaya gerak listrik adalah suatu alat yang dapat mengubah energi kimia, gerak atau energi bentuk lain ke bentuk energi listrik yang diperlukan untuk mempertahankan muatan listrik terus mengalir secara kontinyu. Jadi GGL merupakan beda potensial dan GGL dapat menyebabkan arus mengalir, sehingga sumber GGL dapat juga dikatakan sumber beda potensial atau sumber arus listrik.
A. MACAM- MACAM SUMBER ARUS LISTRIK
· Berdasarkan arus yang dihasilkan sumber arus dibedakan menjadi :
1. Sumber arus AC (Alternating Curent ) adalah sumber arus listrik yang menghasilkan arus bolak-balik. Misalnya : Generator, dinamo sepeda.
2. Sumber arus DC (Direct Curent ) adalah sumber arus listrik yang menghasilkan arus searah. Misalnya : elemen .
Elemen adalah sumber arus listrik searah yang berasal dari reaksi kimia. Ketika digunakan elemen mengubah energi kimia menjadi energi listrik.
· Berdasarkan sifat bahan yang digunakan elemen dibedakan menjadi :
1. Elemen primer adalah elemen yang reaksi kimia didalamnya tidak dapat diperbaharui lagi. sehingga jika energi listriknya telah habis tidak dapat dimuati lagi atau diisi lagi (sekali pakai).Contoh : elemen volta, elemen daniel, elemen kering (baterai ).
2. Elemen sekunder adalah elemen yang reaksi kimia di dalamnya dapat diperbaharui sehingga jika energi listriknya telah habis dapat diisi ulang (dicharge). Contoh : accumulator, sel Nicad
· Berdasarkan bentuk bahan elektrolit yang digunakan :
1. Elemen kering yaitu elemen yang lektrolitnya berupa campuran seperti pasta.
2. Elemen basah yaitu elemen yang elektrolitnya berupa cairan.
Elektrolit adalah zat kimia yang dapat menghantarkan arus listrik.
B. SUSUNAN DAN CARA KERJA ELEMEN LISTRIK:
1. Elemen Volta
Susunan elemen Volta sebagai berikut :
Elektroda positif (anoda ) : tembaga (Cu)
Elektroda negatif (katoda) : seng (Zn)
Elektrolit : asam sulfat (H2SO4)
Cara kerja :
Ketika kedua elektroda dihubungkan dengan suatu penghantar akan terjadi reaksi kimia . Ion-ion seng positif melarut dalam asam sehingga seng memiliki banyak elektron ( bermuatan negatif). Elektron-elektron dari seng mengalir melalui penghantar menuju tembaga. Arus listrik mengalir dari tembaga menuju seng. Pada tembaga elektron-elektron ditangkap oleh ion-ion positif hidrogen dalam larutan asam, sehingga ion hidrogen berubah menjadi gas hidrogen dan mengumpul pada tembaga (terjadi polarisasi ). Karena terjadinya polarisasi ini maka pada elemen volta arus mengalir hanya sebentar. Agar arus terus-menerus mengalir, gelembung gas harus dibersihkan.
Polarisasi adalah peristiwa terbentuknya gelembung-gelembung gas hidrogen hasil reaksi kimia yang menyelimuti lapisan plat tembaga.
Beda potensial yang dihasilkan + 1,5 volt.
2. Elemen Daniel
Susunan elemen Daniel sebagai berikut :
Anoda : tembaga (Cu)
Katoda : seng (Zn)
Elektrolit : asam sulfat (H2SO4)
Depolarisator : tembaga sulfat ( CuSO4)
Cara kerja sama seperti pada elemen volta hanya sebelum hasil reaksi menutup tembaga akan bereaksi dulu dengan CuSO4 sehingga tidak terjadi polarisasi.
Depolarisator adalah larutan yang berfungsi mencegah terjadinya polarisasi sehingga arus dapat mengalir lebih lama.
Beda potensial yang dihasilkan + 1,5 Volt
3. Elemen Kering (Baterai)
Elemen kering yang paling umum digunakan adalah sel karbon seng . Susunannya sebagai berikut :.
Anoda : batang karbon (C)
Katoda : seng (Zn)
Elektrolit : Amonium Clorida
(NH4Cl)
Depolarisator : Mangan dioksida dan serbuk karbon ( MnO2 + C ).
Cara kerja :
Ketika kedua elektroda dihubungkan dengan suatu penghantar maka akan terjadi reaksi kimia yang menghasilkan aliran arus listrik. Pada saat yang sama akan terjadi gelembung gas Hidrogen yang kemudian diserap oleh campuran MnO2 + C sehingga tidak menempel pada anoda.
Baterai mengubah energi kimia menjadi energi listrik.
Beda potensial yang dihasilkan + 1,5 volt.
Sel karbon seng termasuk elemen primer karena jika muatanya habis maka tidak dapat diisi ulang. Namun ada juga sel kering yang bias diisi ulang. Contohnya sel Nicad.
4. Accumulator (aki )
Susunan Accumulator sebagai berikut :
Anoda : timbal dioksida (PbO2)
Katoda : timbal (Pb)
Elektrolit : asam sulfat (H2SO4)
Beda potensial yang dihasilkan satu sel accumulator + 2 volt.
Sebuah aki 12 volt memiliki 6 sel yang disusun seri.
Cara Kerja :
Ketika accumulator digunakan terjadi :
- perubahan energi kimia menjadi energi listrik
- Reaksi kimia : PbO2 + Pb + 2 H2SO4 2PbSO4 + 2H2O
Timbal diosida dan timbal mejadi timbal sulfat. Dalam reaksi ini dilepaskan electron-elektron sehingga arus listrik mengalir pada penghantar luar dari kutub + ke kutub -. Reaksi kimia yang terjadi mengencerkan asam sulfat sehingga massa jenisnya berkurang. Pada nilai massa jenis tertentu, aki tidak dapat menghasilkan muatan listrik (accumulator mati/ soak). Agar dapat digunakan kembali accu harus di muati ulang.
Ketika accumulator diisi (dicharge) terjadi :
- perubahan energi listrik menjadi energi kimia
- reaksi kimia : 2PbSO4 + 2H2O PbO2 + Pb + 2H2SO4
Pengisian aki dilakukan dengan mengalirkan arus searah yang memiliki beda potensial lebih besar dari beda potensial aki dengan cara menghubungkan kutub positif sumber arus pengisi dengan kutub positif aki (PbO2) dan kutub negatif sumber arus pengisi dengan kutub negatif aki ( Pb).
Kapasitas penyimpanan aki diukur dalam satuan ampere hour(AH).Contoh: sebuah aki memiliki 12 V 40 AH berarti ggl aki 12 volt dan dapat mengalirkan arus 1 ampere selama 40 jam atau 0,5 ampere selama 80 jam sebelum aki dimuati ulang.
C. GAYA GERAK LISTRIK (GGL ) DAN PENGUKURANNYA
1. Gaya gerak listrik
Gaya gerak listrik suatu sumber arus listrik adalah beda potensial antara ujung-ujung sumber arus listrik ketika sumber arus tidak mengalirkan arus listrik ( pada rangkaian terbuka ).
ELambang GGL :
Satuan GGL adalah Volt.
VCara mengukur beda potensial atau tegangan dengan menggunakan voltmeter :
Cara mengukur GGL
Rangkaian GGL :
a. Susunan seri
ET = E1 +E2 +E3 + …+En
Jika besar GGL setiap sumber arus sama,
maka :
Es = E +E +E+ …+En
= n x E
rs = r + r + r … = n x r
b. Susunan paralel
Ep = E1 =E2 =E3 = …=En
Jika besar GGL setiap sumber arus sama, maka :
Ep = E
rp = r
n
Keterangan :
Ep = GGL pengganti parallel satuannya volt ( V)
rp = hambatan dalam satuannya ohm ( W )
Es = GGL pengganti seri satuannya volt ( V)
rs = hambatan dalam satuannya ohm ( W )
n = banyaknya sumber arus
2. Tegangan Jepit (tegangan terpakai )
Tegangan jepit adalah beda potensial antara kutub-kutub sumber arus listrik ketika sumber arus lisrtrik mengalirkan arus ( rangkaian tertutup ).
Nilai tegangan jepit bergantung pada nilai bebannya.
Lambang : VCara mengukur tegangan jepit :
Sumber arus listrik adalah benda-benda yang dapat menghasilkan arus listrik, contohnya baterai, akumulator, elemen Volta, elemen
Daniell, dan elemen Weston. Dalam mempelajari sumber arus listrik
kita mempelajari tentang gaya gerk listrik (GGL), tegangan listrik, elemen primer, elemen volta, elemen daniell dan elemen sekunder.
Gaya Gerak Listrik
Semua sumber arus listrik
memiliki kemampuan memberikan gaya pada elektron sehingga elektron dari sebuah
atom materi dapat bergerak. Gaya dari sumber baterai yang demikian disebut sebagai gaya gerak listrik (ggl).
Gaya gerak listrik sering juga
disebut tegangan. Satuan gaya gerak listrik
adalah volt (V). Ggl diberi lambang E. Misal pada kulit luar baterai tercantum
label 1,5 V, ini menunjukkan besarnya ggl yang dibangkitkan oleh baterai
tersebut. Jadi, ggl merupakan beda potensial antara kutub-kutub sebuah sumber
listrik (baterai) saat sumber tidak mengalirkan listrik (saklar terbuka).
Tegangan Listrik
Tegangan listrik adalah beda
potensial antara dua buah kutub sumber tegangan. Alat untuk mengukur tegangan
disebut voltmeter. Selain tegangan antara kutub-kutub sumber tegangan, setiap
alat listrik dalam sebuah rangkaian tertutup akan mempunyai tegangan yang dapat
diukur dengan voltmeter. Tegangan ini disebut tegangan jepit. Jadi tegangan
jepit merupakan beda potensial antara kutub-kutub sebuah sumber arus listrik ketika
sumber mengalirkan arus listrik. Misalkan sebuah sumber 12 V digunakan untuk
menyalakan sebuah lampu, ukurlah potensial listrik lampu tersebut dengan cara
memasangkan voltmeter secara paralel dengan lampu. Tegangan yang terbaca pada
voltmeter ini merupakan tegangan jepit atau tegangan terpakai oleh alat. Nilai
tegangan jepit tergantung pada nilai hambatan bebannya. Makin besar nilai hambatan bahan makin kecil nilai tegangan jepitnya.
Sumber Arus Listrik
Elemen Primer
Elemen primer merupakan sebuah
sumber arus listrik. Elemen primer merupakan sumber arus listrik yang bersifat
sekali pakai. Artinya jika sumber arus tersebut sudah habis energinya, kamu
tidak dapat mengisi elemen primer. Kamu
harus mengganti sumber arus listrik tersebut dengan sumber arus yang baru.
1. Baterai
Baterai merupakan elemen kering.
Jika kita amati, baterai memiliki dua kutub yaitu kutub positif dan kutub
negatif. Kutub positif baterai berupa batang karbon yang dibenamkan ke dalam
campuran mangan dioksida (MnO2) dan amonium klorida (NH4Cl). Kutub negatif
baterai adalah lapisan paling luar yang terbuat dari seng (Zn).
Gambar diatas adalah gambar
baterai yang mempunyai kutub positif dan kutub negatif. Campuran mangan dioksida
berfungsi sebagai zat pelindung elektrolit. Di antara lapisan paling luar yaitu
seng berfungsi sebagai kutub negatif dan campuran mangan dioksida terdapat
pasta amonium klorida yang berfungsi sebagai elektrolit. Di antara kutub
positif dan kutub negatif ini terdapat beda potensial. Beda potensial inilah
yang menyebabkan baterai tersebut dapat mengalirkan arus listrik jika
dipasangkan secara benar dalam sebuah rangkaian. Suatu saat, karbon dan
elektrolit dari baterai akan habis sehingga baterai tersebut tidak dapat
menghasilkan arus listrik. Baterai termasuk sumber arus listrik yang tidak
dapat diisi ulang.
Dengan adanya arus listrik ini,
kamu akan dipermudah memperoleh sumber energi listrik yang dapat dibawa ke
mana-mana, sehingga akan lebih mudah dan praktis. Baterai masih banyak
digunakan pada jam dinding, radio, lampu senter, dan sebagainya. Penyempurnaan
dari sel seng karbon adalah baterai alkalin. Ukuran, bentuk, dan tegangannya
mirip dengan sel seng karbon, tetapi jika digunakan dalam suatu peralatan, sel
alkalin dapat bertahan enam atau tujuh kali lebih lama dibanding sel seng
karbon biasa. Dalam sel alkalin mengandung elektrolit larutan kalium
hidroksida. Pelat logamnya terbuat dari nikel dan senyawa kadmium.
2. Elemen Volta
Elemen volta ini kali pertama ditemukan oleh Alessandro Volta (1745 – 1827)
seorang ahli Fisika berkebangsaan Italia. Elemen volta adalah sel elektrokimia
yang dapat menghasilkan arus listrik. Gambar dibawah memperlihatkan sebuah elemen volta.
Elemen volta terdiri atas tabung
kaca yang berisi larutan asam sulfat (H2SO4) dan sebagai anoda adalah logam Cu
(tembaga) sedangkan kutub negatif adalah Zn (seng). Jika elektroda-elektroda
seng dan tembaga dimasukkan ke dalam larutan asam sulfat, akan terjadi reaksi
kimia yang menyebabkan lempeng tembaga bermuatan listrik positif dan lempeng
seng bermuatan listrik negatif. Hal ini menunjukkan bahwa lempeng tembaga
memiliki potensial lebih tinggi daripada potensial lempeng seng. Elektron akan
mengalir dari lempeng seng menuju lempeng tembaga. Jika kedua lempeng ini
dirangkaikan dengan lampu, arus akan mengalir dari lempeng tembaga ke lempeng
seng sehingga lampu akan menyala. Namun, aliran arus listrik ini tidak
berlangsung lama sehingga lampu akan padam. Hal ini dikarenakan
gelembung-gelembung gas hidrogen yang dihasilkan oleh asam sulfat (H2SO4) akan
menempel pada lempeng tembaga. Gelembung gas hidrogen ini akan menghambat
aliran elektron. Kamu telah mengetahui bahwa arus listrik adalah aliran
elektron-elektron sehingga jika aliran elektron ini terhambat, tidak akan ada
arus yang mengalir. Peristiwa ini disebut polarisasi. Dengan kata lain,
polarisasi adalah peristiwa tertutupnya elektroda elemen oleh hasil reaksi yang
mengendap pada elektroda tersebut. Namun demikian, ide Volta inilah yang
menjadi prinsip dalam pembuatan baterai dan aki.
3. Elemen Daniell
Cara kerja elemen daniell pada dasarnya sama
dengan cara kerja elemen volta. Namun
pada elemen daniell ditambahkan larutan
tembaga sulfat (CuSO4) untuk mencegah terjadi polarisasi, yang dinamakan depolarisator
sehingga usia elemen dapat lebih lama. Perhatikan diagram sel daniell pada
gambar berikut.
Elemen Sekunder
Tidak seperti elemen primer, elemen sekunder bersifat dapat
diperbaharui. Artinya tegangan yang berasal dari elemen sekunder suatu saat akan
habis, tetapi kamu masih dapat mengisi elemen tersebut. Contoh elemen sekunder adalah akumulator. Akumulator banyak
digunakan dalam kendaraan bermotor seperti sepeda motor dan mobil.
Akumulator disebut juga elemen basah.
Akumulator terdiri atas pasangan-pasangan keping timbal dan timbal dioksida.
Pasangan ini disebut sel. Setiap pasangan timbal dan timbal dioksida ini mampu
memberikan tegangan 2 volt. Kapasitas penyimpanan sebuah aki dapat terlihat berupa tulisan angka pada
aki. Contoh, pada aki tertulis 12V 40 AH, artinya aki mempunyai ggl 12 volt dan
mengalirkan arus listrik 40 ampere selama 1 jam.
Sama seperti pada baterai, akumulator juga mempunyai dua buah
kutub, yaitu kutub positif dan kutub negatif. Kutub negatif terletak pada
timbal dan kutub positif pada timbal dioksida. Timbal dan timbal dioksida
dicelupkan ke dalam larutan elektrolit asam sulfat. Keuntungan pemakaian elemen sekunder misalnya
akumulator yaitu dapat diperbaharui. Agar akumulator dapat berfungsi kembali,
perlu dimuati oleh sumber arus searah (DC).
Perubahan energi saat aki
digunakan yaitu dari energi kimia menjadi energi listrik. Sedangkan saat
pengisian aki terjadi perubahan energi dari energi listrik menjadi energi
kimia. Cara pengisian aki adalah sebagai berikut.
a. Hubungkan dengan sumber
tegangan arus DC yang beda potensialnya lebih tinggi dari aki tersebut.
b. Arus yang mengalir kecil sehingga perlu waktu lebih lama. Hal ini bertujuan agar tidak merusakkan sel aki.
c. Ukur konsentrasi larutan dengan hidrometer.
d. Perhatikan ukuran kapasitas akinya dengan amperejam.
b. Arus yang mengalir kecil sehingga perlu waktu lebih lama. Hal ini bertujuan agar tidak merusakkan sel aki.
c. Ukur konsentrasi larutan dengan hidrometer.
d. Perhatikan ukuran kapasitas akinya dengan amperejam.
Baterai kering dan akumulator
merupakan contoh sumber arus listrik yang sering kita gunakan
sehari-hari.
Sumber Arus Listrik dan Energi Listrik
A. Sumber Arus ListrikSumber arus listrik adalah benda-benda yang dapat menghasilkan arus listrik, contohnya baterai, akumulator, elemen Volta, elemen Daniell, dan elemen Weston. Mobil-mobilan dapat bergerak karena memperoleh energi listrik dari baterai, lampu senter dapat digunakan setelah dipasang baterai ke dalamnya.
1. Gaya Gerak Listrik
Semua sumber arus listrik memiliki kemampuan memberikan gaya pada elektron sehingga elektron dari sebuah atom materi dapat bergerak. Gaya dari sumber baterai yang demikian disebut sebagai gaya gerak listrik (ggl).
Gaya gerak listrik sering juga disebut tegangan. Satuan gaya gerak listrik adalah volt (V). Ggl diberi lambang E. Misal pada kulit luar baterai tercantum label 1,5 V, ini menunjukkan besarnya ggl yang dibangkitkan oleh baterai tersebut. Jadi, ggl merupakan beda potensial antara kutub-kutub sebuah sumber listrik (baterai) saat sumber tidak mengalirkan listrik (saklar terbuka).
2. Elemen Primer
Berdasarkan kemampuannya memberikan gaya gerak listrik, sumber arus listrik dibedakan menjadi elemen primer dan elemen sekunder. Baterai yang digunakan oleh jam dinding merupakan elemen primer.
Elemen primer merupakan sebuah sumber arus listrik. Elemen primer merupakan sumber arus listrik yang bersifat sekali pakai. Artinya jika sumber arus tersebut sudah habis energinya, kamu tidak dapat mengisi elemen primer. Kamu harus mengganti sumber arus listrik tersebut dengan sumber arus yang baru.
a. Baterai
Baterai merupakan elemen kering. Jika diamati, baterai memiliki dua kutub yaitu kutub positif dan kutub negatif. Kutub positif baterai berupa batang karbon yang dibenamkan ke dalam campuran mangan dioksida (MnO2) dan amonium klorida (NH4Cl). Kutub negatif baterai adalah lapisan paling luar yang terbuat dari seng (Zn).

Gambar di atas adalah gambar baterai yang mempunyai kutub positif dan kutub negatif. Campuran mangan dioksida berfungsi sebagai zat pelindung elektrolit. Di antara lapisan paling luar yaitu seng berfungsi sebagai kutub negatif dan campuran mangan dioksida terdapat pasta amonium klorida yang berfungsi sebagai elektrolit. Di antara kutub positif dan kutub negatif ini terdapat beda potensial. Beda potensial inilah yang menyebabkan baterai tersebut dapat mengalirkan arus listrik jika dipasangkan secara benar dalam sebuah rangkaian. Suatu saat, karbon dan elektrolit dari baterai akan habis sehingga baterai tersebut tidak dapat menghasilkan arus listrik. Baterai termasuk sumber arus listrik yang tidak dapat diisi ulang.
Dengan adanya arus listrik ini, kamu akan dipermudah memperoleh sumber energi listrik yang dapat dibawa ke mana-mana, sehingga akan lebih mudah dan praktis. Baterai masih banyak digunakan pada jam dinding, radio, lampu senter, dan sebagainya.
Penyempurnaan dari sel seng karbon adalah baterai alkalin. Ukuran, bentuk, dan tegangannya mirip dengan sel seng karbon, tetapi jika digunakan dalam suatu peralatan, sel alkalin dapat bertahan enam atau tujuh kali lebih lama dibanding sel seng karbon biasa. Dalam sel alkalin mengandung elektrolit larutan kalium hidroksida. Pelat logamnya terbuat dari nikel dan senyawa kadmium.
b. Elemen Volta
Elemen volta ini kali pertama ditemukan oleh Alessandro Volta (1745 – 1827) seorang ahli Fisika berkebangsaan Italia. Elemen volta adalah sel elektrokimia yang dapat menghasilkan arus listrik. Gambardi bawah ini memperlihatkan sebuah elemen volta.

Elemen volta terdiri atas tabung kaca yang berisi larutan asam sulfat (H2SO4) dan sebagai anoda adalah logam Cu (tembaga) sedangkan kutub negatif adalah Zn (seng). Jika elektroda-elektroda seng dan tembaga dimasukkan ke dalam larutan asam sulfat, akan terjadi reaksi kimia yang menyebabkan lempeng tembaga bermuatan listrik positif dan lempeng seng bermuatan listrik negatif. Hal ini menunjukkan bahwa lempeng tembaga memiliki potensial lebih tinggi daripada potensial lempeng seng. Elektron akan mengalir dari lempeng seng menuju lempeng tembaga. Jika kedua lempeng ini dirangkaikan dengan lampu, arus akan mengalir dari lempeng tembaga ke lempeng seng sehingga lampu akan menyala. Namun, aliran arus listrik ini tidak berlangsung lama sehingga lampu akan padam. Hal ini dikarenakan gelembung-gelembung gas hidrogen yang dihasilkan oleh asam sulfat (H2SO4) akan menempel pada lempeng tembaga. Gelembung gas hidrogen ini akan menghambat aliran elektron. Kamu telah mengetahui bahwa arus listrik adalah aliran elektron-elektron sehingga jika aliran elektron ini terhambat, tidak akan ada arus yang mengalir. Peristiwa ini disebut polarisasi. Dengan kata lain, polarisasi adalah peristiwa tertutupnya elektroda elemen oleh hasil reaksi yang mengendap pada elektroda tersebut. Namun demikian, ide Volta inilah yang menjadi prinsip dalam
pembuatan baterai dan aki.
c. Elemen Daniell
Cara kerja elemen daniell pada dasarnya sama dengan cara kerja elemen volta. Namun pada elemen daniell ditambahkan larutan tembaga sulfat (CuSO4) untuk mencegah terjadi polarisasi, yang dinamakan depolarisator sehingga usia elemen dapat lebih lama. Perhatikan diagram sel daniell pada gambar di bawah ini.

3. Elemen Sekunder
Tidak seperti elemen primer, elemen sekunder bersifat dapat diperbaharui. Artinya tegangan yang berasal dari elemen sekunder suatu saat akan habis, tetapi kamu masih dapat mengisi elemen tersebut. Contoh elemen sekunder adalah akumulator. Akumulator banyak digunakan dalam kendaraan bermotor seperti sepeda motor dan mobil.
Akumulator disebut juga elemen basah. Akumulator terdiri atas pasangan-pasangan keping timbal dan timbal dioksida. Pasangan ini disebut sel (Gambar di bawah). Setiap pasangan timbal dan timbal dioksida ini mampu memberikan tegangan 2 volt. Kapasitas penyimpanan sebuah aki dapat terlihat berupa tulisan angka pada aki. Contoh, pada aki tertulis 12V 40 AH, artinya aki mempunyai ggl 12 volt dan mengalirkan arus listrik 40 ampere selama 1 jam.

Sama seperti pada baterai, akumulator juga mempunyai dua buah kutub, yaitu kutub positif dan kutub negatif. Kutub negatif terletak pada timbal dan kutub positif pada timbal dioksida. Timbal dan timbal dioksida dicelupkan ke dalam larutan elektrolit asam sulfat. Keuntungan pemakaian elemen sekunder misalnya akumulator yaitu dapat diperbaharui. Agar akumulator dapat berfungsi kembali, perlu dimuati oleh sumber arus searah (DC).
Perubahan energi saat aki digunakan yaitu dari energi kimia menjadi energi listrik. Sedangkan saat pengisian aki terjadi perubahan energi dari energi listrik menjadi energi kimia. Cara pengisian aki adalah sebagai berikut.
a. Hubungkan dengan sumber tegangan arus DC yang beda potensialnya lebih tinggi dari aki tersebut.
b. Arus yang mengalir kecil sehingga perlu waktu lebih lama. Hal ini bertujuan agar tidak merusakkan sel aki.
c. Ukur konsentrasi larutan dengan hidrometer.
d. Perhatikan ukuran kapasitas akinya dengan amperejam.
4. Tegangan Listrik
Tegangan listrik adalah beda potensial antara dua buah kutub sumber tegangan. Alat untuk mengukur tegangan disebut voltmeter. Selain tegangan antara kutub-kutub sumber tegangan, setiap alat listrik dalam sebuah rangkaian tertutup akan mempunyai tegangan yang dapat diukur dengan voltmeter.
Tegangan ini disebut tegangan jepit. Jadi tegangan jepit merupakan beda potensial antara kutub-kutub sebuah sumber arus listrik ketika sumber mengalirkan arus listrik. Misalkan sebuah sumber 12 V digunakan untuk menyalakan sebuah lampu, ukurlah potensial listrik lampu tersebut dengan cara memasangkan voltmeter secara paralel dengan lampu. Tegangan yang terbaca pada voltmeter ini merupakan tegangan jepit atau tegangan terpakai oleh alat. Nilai tegangan jepit tergantung pada nilai hambatan bebannya. Makin besar nilai hambatan bahan makin kecil nilai tegangan jepitnya.
B. Energi Listrik
Dalam kehidupan sehari-hari, energi listrik dapat diubah menjadi energi kalor, energi cahaya, dan energi gerak. Nah, agar kamu lebih memahami bagaimana perubahan bentuk energi listrik dan alat-alat yang memanfaatkan energi listrik.
1. Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Kalor
Perubahan energi listrik menjadi energi kalor dapat diamati pada alat-alat seperti setrika listrik, kompor listrik, solder, dan teko listrik.
Alat-alat tersebut dapat menghasilkan kalor karena memiliki elemen pemanas. Elemen pemanas merupakan sejenis hambatan listrik. Ketika
elemen pemanas dialiri arus listrik selama waktu tertentu, maka sebagian arus listrik ini akan berubah menjadi energi kalor. Adanya energi kalor menyebabkan benda-benda yang berhubungan dengan konduktor elemen pemanas, seperti pakaian pada setrika listrik, bahan makanan pada kompor listrik, timah pada solder, dan air pada teko listrik, akan mengalami kenaikan suhu.
Elemen pemanas biasanya terbuat dari kawat nikrom yang dililitkan pada lempeng isolator tahan panas, seperti asbes mika. Seluruh bagian lilitan ini ditutupi lagi dengan bahan isolator yang tahan panas, seperti keramik. Alat-alat listrik tersebut aman untuk disentuh karena bagian elemen pemanas telah disekat dengan isolator tahan panas. Besarnya kalor yang dihasilkan elemen pemanas tergantung pada panjang kawat, luas penampang kawat, dan jenis kawat.
2. Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Cahaya
Alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi cahaya adalah lampu. Saat ini ada dua jenis lampu yang banyak digunakan, yaitu lampu pijar dan lampu neon atau lampu tabung.
Lampu pijar terbuat dari bahan filamen yang digulung menyerupai spiral. Filamen ini dipasang dalam bola kaca yang berisi gas nitrogen dan argon. Perhatikan bagian-bagian lampu pijar pada Gambar di bawah ini.

Filamen pada lampu pijar terbuat dari kawat tungsten yang sangat tipis dan digulung menjadi spiral rangkap. Ketika dialiri arus listrik, filamen lampu ini berpijar sampai berwarna putih sehingga lampu memancarkan cahaya. Selain memancarkan cahaya, sebagian energi listrik yang mengalir melalui filamen lampu ini diubah menjadi kalor. Hal ini menyebabkan lampu pijar terasa panas saat kamu sentuh.
Tungsten dipilih sebagai filamen karena bahan ini tahan panas, titik leburnya mencapai 3.400° C, sehingga tungsten dapat berpijar tanpa melebur. Oleh karena filamen lampu mudah terbakar di udara, maka di dalam bola kaca lampu pijar diisi gas argon dan gas nitrogen. Gas ini tidak bereaksi dengan logam panas sehingga filamen tidak terbakar.
Lampu TL (tube luminescent) memiliki cara kerja yang berbeda dengan lampu pijar. Di dalam lampu TL tidak terdapat filamen, seperti pada lampu pijar. Lampu TL terdiri atas tabung kaca yang hampir hampa udara dan berisi uap raksa. Di ujungujung lampu TL terdapat elektroda yang diberi beda potensial yang cukup tinggi. Perbedaan beda potensial ini menghasilkan loncatan bunga api listrik di antara kedua elektroda sehingga gas yang ada di dalam lampu TL memancarkan cahaya. Cahaya
tersebut mengenai lapisan fosfor yang ada dalam tabung lampu TL sehingga lapisan fosfor memendar dan lampu terlihat mengeluarkan cahaya.
Lampu TL merupakan lampu yang hemat energi. Karena lampu TL dapat mengubah 60% energi listrik menjadi energi cahaya dan 40% lainnya menjadi energi kalor. Hal ini berbeda dengan lampu pijar yang hanya mengubah 10% energi listrik menjadi energi cahaya.
3. Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Gerak
Alat-alat yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak, di antaranya kipas angin, bor listrik, gergaji listrik, dan mesin jahit listrik. Bagaimana alat-alat tersebut dapat mengubah energi listrik menjadi energi gerak? Alat-alat tersebut dapat mengubah energi listrik menjadi energi gerak dengan bantuan motor listrik. Perubahan energi listrik menjadi energi gerak pada motor listrik dimulai dengan perubahan energi listrik menjadi induksi magnet. Induksi magnet inilah yang menyebabkan poros atau as pada alat-alat listrik bergerak.
4. Hubungan Tegangan, Kuat Arus, dan Energi Listrik
Ketika lampu 3 volt dihubungkan dengan sumber tegangan sebesar 6 volt, lampu tersebut akan menyala sangat terang. Sebaliknya, jika lampu tersebut dihubungkan dengan sumber tegangan 1,5 volt, lampu akan menyala redup. Berdasarkan uraian tersebut, besarnya energi listrik sangat bergantung pada tegangan listrik.
Energi listrik sebanding dengan tegangan listrik (V), kuat arus listrik (I), dan waktu (t). Secara matematis pernyataan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut.
W=V.I.t
Kamu telah mempelajari Hukum Ohm yang menyatakan bahwa:
I=V/R atau V=I.R
Sehingga dapat ditulis menjadi:

5. Penghematan Energi
Energi listrik yang kita nikmati sehari-hari pada umumnya berasal dari bahan bakar fosil, seperti gas, batubara, dan minyak bumi. Ketersediaan bahan bakar fosil tersebut pada umumnya sangat terbatas. Artinya, suatu saat kita akan kehabisan bahan bakar fosil. Hal penting yang harus dilakukan adalah mulai dengan segera melakukan penghematan energi, termasuk di antaranya penghematan energi listrik.
Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menghemat energi listrik di rumahmu adalah sebagai berikut.
- Tidak menyalakan lampu di siang hari.
- Mematikan televisi jika tidak ditonton.
- Mematikan alat-alat listrik setelah selesai dipakai.
- Menggunakan lampu hemat energi seperti lampu neon.
- Memakai alat-alat listrik yang mempunyai daya rendah.
Watt merupakan satuan daya listrik. Daya listrik adalah banyaknya energi listrik yang terpakai setiap sekonnya. Satuan daya listrik adalah watt, 1 watt = 1 joule/sekon. Secara matematis, persamaan daya listrik dinyatakan sebagai berikut.

PLN menggunakan kWh meter untuk mengukur penggunaan energi listrik oleh konsumen dalam satuan kilowatt jam (kWh = kilowatt hour). Satu kWh adalah besarnya energi listrik yang digunakan selama 1 jam dengan daya listrik sebesar 1.000 watt.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar