Jumat, 31 Oktober 2014

SBY TERIMA SURAT DARI LAMPUNG

para masyarakat masih mengabaikan tentang kebersihan lingkungan seperti mencemari air dengan membuang kotoran hewan ke aliran sungai maupun, aliran air didepan rumah mereka, menebang pohon, mencemari udara dengan para pengguna sepeda motor dan mobil semakin banyak , apalagi sekarang keadaan pasar atau plaza yang ada di desa kami makin tak terurus dengan sampah dimana-mana ,para pedagang berjualan tak teratur ,bau amis polusi udara, bercampur dan menimbulkan udara yang tidak baik jika berlama-lama di lingkungan pasar ,semoga para masyarakat di desa saya cepat akan sadar tentang kebersihan lingkungan di desa saya menjadi lebih baik, sekian surat dari saya untuk bapak jokowi terima kasih yang lebih , akhir kata dari surat saya .

saya ingin mendengarsolusi atau saran bapak jokowi untuk desa saya mungkin lebih baik jika ada waktu luangbapak bisa datang langsung ke desa kami di..... atau seperti biasa yang bapak lakukan yang disebut blusukan

the people still neglect of hygiene such as polluting the environment by dumping animal waste into rivers and streams, the flow of water in front of their houses, cut down trees, polluting the air with the users of motorcycles and cars more and more, especially now that the state of the market or plaza in the village our increasingly unkempt with trash everywhere, the merchants selling irregular, fishy smell of air pollution, and mixes the air which is not good cause if you linger in the market environment, hopefully the people in my village will quickly aware of environmental hygiene in villages I got better, so my letter of thanks to Mr. Jokowi more, the words of my letter.

I want mendengarsolusi or suggestions to the village my father Jokowi might be better if there was a time luangbapak can come directly to our village as usual ..... or did the father called blusukan
Assalamualaikum Warrahmattullahi Wabarrakatu,


     Salam Sejahtera kami sampaikan kepada Bapak yang senantiasa memimpin negeri tercinta ini dengan baik dan adil untuk mencapai suatu kemakmuran. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan arahan kepada Bapak dalam menjalankan tugas yakni sebagai Presiden RI saat ini.
     Bapak Presiden yang kami hormati, kami selaku rakyat Indonesia tentunya mengidam-ngidamkan suatu negara yang tentram, makmur, aman untuk ditempati, dan sejahtera keseluruhan rakyatnya. Selain itu kami juga menginginkan suatu pemerintahan yang tertib, khususnya bersih dari masalah korupsi.
    Memang benar selama masa kepemimpinan Bapak, sudah banyak para pejabat-pejabat tinggi negara yang ditangkap karena terbukti korupsi. Para oknum tersebut akhirnya berhasil mendekam di balik jeruji besi.
    Tetapi setelah kita ketahui bersama, para oknum yang mendekam di balik jeruji besi tersebut dapat dengan mudahnya menggunakan fasilitas-fasilitas layaknya orang yang hidup di rumah sendiri atau hidup layaknya di surga. Dengan mengeluarkan sedikit uang, mereka dapat memasukkan barang-barang atau alat-alat berharga yang biasa mereka pergunakan sehari-hari di dalam balik jeruji besi. Dengan mengeluarkan uang sedikit lebih banyak, mereka juga dapat keluar dari balik jeruji besi tersebut untuk sementara menghirup udara bebas.
     Tentunya kita ketahui bahwa orang yang berada dalam penjara merupakan orang yang sedang menjalani hukuman. Bada halnya dengan orang yang tidak punya (miskin) dan masuk dalam penjara. Orang tersebut pastinya akan merasakan betapa pahitnya hidup di balik penjara. Mereka tidak akan bisa mendapatkan fasilitas-fasilitas yang sama dengan pejabat tahanan tersebut.
     Apakah hal tersebut merupakan suatu keadilan? Sesuai dengan UUD 1945 pasal 28 D juga sudah diatur yakni “setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum”. Apakah hukum di Indonesia saat ini sudah takhluk kepada orang-orang tinggi/pejabat di negeri ini? Apa hukum sudah tidak berlaku kepada orang-orang tinggi/pejabat? Apakah hukum hanya berlaku kepada orang-orang lemah(miskin)? dan apakah hukum di Indonesia saat ini sudah bisa dijinakkan oleh uang?.
     Berbagai macam pertanyaan di atas menjadi bayang-bayang kami selama ini. Memang kami hanyalah orang lemah, orang miskin, orang yang tidak terlalu berguna untuk negara. Tetapi kami juga mempunyai hak hidup layak dan mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum di Negara Indonesia ini.
     Kami sangat berharap banyak kepada Bapak, selaku pemimpin negara ini untuk sesegera mungkin membenahi sitem-sitem hukum tersebut. Semoga bapak beserta pejabat-pejabat yang duduk di kursi istimewa tersebut dapat mengembalikan fungsi hukum yang sebenarnya, yakni hukum tidak membeda-bedakan tiap golongan.
     Terima kasih atas perhatian Bapak yang mungkin telah menyempatkan waktu untuk membaca surat ini. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan, kami meminta maaf.

Salam Sejahtera we submit to the Father who always led this beloved country well and to achieve a fair prosperity. May Allah continue to provide protection and guidance to the Father in the line of duty as the current President.
      Dear Mr. President, we as people of Indonesia must crave-ngidamkan a country that is peaceful, prosperous, safe to be occupied, and the overall welfare of its people. Besides, we also want a government that is orderly, especially net of the problem of corruption.
     It is true that during the time of Father, has a lot of high state officials were arrested for corruption proved. The officers eventually succeeded languishing behind bars.
     But as we all know, the person who languished behind bars that can be easily use facilities like people who live in their own homes or live like in heaven. With little money to spend, they can enter the goods or valuable tools they used to use in the day-to-day behind bars. With a little more money to spend, they also can get out from behind the bars for a while to breathe free air.
      Of course, we know that people who are in prison are people who are serving a sentence. Bada is the case with people who do not have a (poor) and into the prison. The person would certainly feel how bitter life behind bars. They will not be able to get the same facilities with the custody officer.
      Whether it is a justice? In accordance with the 1945 Constitution, Article 28 D has also been arranged that "every person has the right to recognition, security, protection, and fair legal certainty and equal treatment before the law". Are the laws in Indonesia are now submit was supervised to those high / officials in this country? What the law does not apply to the already tall people / officials? Does the law only applies to those weak (poor)? and whether the law in Indonesia is now able to be tamed by money ?.
      Various kinds of the above questions become our shadows far. Indeed, we are just the weak, the poor, people who are not very useful for the country. But we also have the right to live a decent and gets the same treatment in law in the country of Indonesia.
      We very much look forward to the Father, as the leader of this country as soon as possible to fix the system-the legal system. Hopefully the officials and their father were sitting in a special chair that can restore the function of the actual law, the law does not discriminate against any group.
      Thank you for your attention that may have been taking the time to read this letter. If there are words that are less pleasing, we apologize.


Semoga bapak presiden selalu dalam keadaan sehat. Semoga pula pintu kesuksesan senantiasa mengiringi hari-hari bapak dalam mengurusi rakyat indonesia. Bapak senantiasa diberi kesabaran dan kebijaksanaan dalam menghadapinya.

Bapak presiden sby yang saya hormati, dan banggakan. Perkenalkan saya adalah seorang guru yang sudah mengabdikan diri selama 23 tahun di dalam dunia pendidikan. Terus terang saya sungguh bergembira dengan akan diberlakukannya kurikulum baru. Kurikulum ini diberinama oleh kemdikbud kurikulum 2013. Kurikulum yang saya harapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

Namun sayang, setelah beberapa kali saya mengikuti proses sosialisasi kurikulum 2013, saya menemukan kekecewaan. Kurikulum 2013 ini ternyata belum siap pakai untuk digunakan atau diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Masih banyak hal yang harus diperbaiki dan disempurnakan. Terutama tentang kompetensi inti dan kompetensi dasar yang banyak dikritisi oleh para pakar dan praktisi pendidikan.

Kami sudah banyak memberikan masukan dan kritik yang membangun kepada tim pengembang kurikulum. Tetapi selalu saja mentok dan tak didengar. Mereka terlalu percaya bahwa kurikulum 2013 sangat tepat diterapkan di tahun ini. Mereka seolah tuli, dan merasa benar sendiri. Kami dianggap tidak memahami kurikulum yang sedang disosialisasikan.

Berdasarkan pengalaman saya menjadi guru selama 23 tahun, kurikulum 2013 ini yang banyak mengundang kontroversi. Bahkan staf khusus menteri di DPR ada yang mengatakan bahwa kurikulum tingkat satuan pendidikan atau ktsp 2006 melanggar undang-undang. Tentu tidaklah bijak mengatakan seperti itu tanpa kajian ilmiah dan terbuka. Kita akui Ktsp 2006 memang bermasalah. Namun kami ingin tahu dulu dimana letak masalah besarnya dari proses evaluasi yang cermat dan teliti. Pusat kurikulum dan perbukuan harus memberikan data yang jelas kepada publik.

Bapak presiden yang saya hormati dan banggakan. Baru-baru ini kami para guru berdemo ke DPR, dan didukung oleh berbagai kalangan yang mengkritisi kebijakan kemdikbud. Tujuan kemdikbud mengganti kurikulum sangat kami apresiasi, tapi nampaknya timing atau waktunya kurang tepat. Kurikulum 2013 lebih tepat disebut kurikulum ujicoba yang bisa kita teliti kelebihan dan kekurangannya, setelah diujicobakan. Barulah kita tahu apakah kurikulum ini layak diterapkan di seluruh indonesia ataukah tidak. Kita bisa mendiskusikannya melalui kajian ilmiah yang jelas. Bukan dengan pendekatan kekuasaan atau politik.

Bapak presiden SBYyang baik hatinya. Kami percaya bapak bisa melihat ini secara jernih. Kurikulum 2013 belum bisa diterapkan di tahun ajaran ini. Jangan korbankan peserta didik karena ketidaksiapan para guru menghadapi kurikulum baru. Alangkah baiknya jajaran kemdikbud melakukan terlebih dahulu pelatihan guru dari hasil uji kompetensi guru (UKG) yang sudah dilakukan. Di sana akan terlihat jelas masih rendahnya kualitas guru di negeri ini. Kitapun bisa melihat masih rendah pula kualitas kepala sekolah dan pengawas dari hasil UKG. Solusi yang terbaik adalah perbaiki kualitas guru dengan berbagai pelatihan yang efektif dan bukan direkayasa pelaksanaannya dari 5 hari menjadi 3 hari. Kejujuran dalam pelaksanaannya harus diperhatikan dan diawasi. Cara mengajar guru harus diperbaiki dan ditingkatkan.

Bapak presiden SBY yang saya hormati dan banggakan. Usul saya, lakukan debat publik agar rakyat indonesia tahu apa yang sesungguhnya terjadi tentang kurikulum 2013. Kemdikbud dan jajarannya nampaknya sulit sekali menerima kritik dan terus jalan sendiri tanpa memperhatikan usulan para pakar dan praktisi di bidang pendidikan. Tentu kita ingin pendidikan Indonesia menjadi lebih maju ketika dialog terus dikembangkan, dan inilah kehidupan demokrasi yang sebenarnya. Bukan melalui pendekatan kekuasaan dimana para guru diminta untuk tidak kritis dan menerima begitu saja kurikulum 2013 yang masih banyak kekuarangannya. Terutama dalam implementasinya di lapangan yang terkesan tergesa-gesa. Kami tak yakin akan berhasil, sebab negara kita adalah negara kepulauan yang lebih dari 13.000 pulau di dalamnya. Banyak masalah yang nanti akan ditemui ketika kebijakan ini diterapkan.

Akhirnya, saya harus mengakhiri surat saya ini dengan sebuah pesan kepada bapak bahwa guru adalah pemain inti dalam kurikulum. Apapun kurikulumnya, guru profesionallah yang akan membuat kurikulum itu mencapai tujuannya. Guru profesional adalah guru tangguh berhati cahaya yang mampu menghantarkan peserta didiknya ke pintu gerbang kesuksesan di dunia dan akhirat.


May the father of the president is always in good health. Hopefully the success of your doors always accompany the day-to-day care of the father of the people of Indonesia. Father always given patience and wisdom in the face.

Mr. President and Gentlemen, and proud. Introduce me is a teacher who has been devoting himself for 23 years in the world of education. Frankly I would be really happy with the enactment of the new curriculum. The curriculum is named by Curriculum 2013 curriculum Kemdikbud that I hope will improve the quality of learning in schools.

But unfortunately, after some time I followed the socialization process of the curriculum in 2013, I find disappointment. Curriculum 2013 is apparently not ready to be used or implemented in all schools in Indonesia. There are still many things to be improved and refined. Especially on core competencies and core competencies are much criticized by education experts and practitioners.

We had a lot of feedback and constructive criticism to the curriculum development team. But always just stuck and not be heard. They too believe that the 2013 curriculum is most appropriate in this year. They seemed deaf, and self-righteous. We considered not understand the curriculum that is being socialized.

Based on my experience as a teacher for 23 years, this 2013 curriculum is much controversy. Even the special staff minister in the House there is a saying that the education level curriculum or KTsp 2006 violate the law. Of course it is not wise to say like that without a scientific study and open. We admit SBC 2006 is in trouble. But we want to know first where lies the big problem of the evaluation process is carefully and thoroughly. Center and the literary curriculum should provide clear data to the public.

Mr president I respect and proud. Recently, our teachers march to Parliament, and supported by many who criticize Kemdikbud policy. The purpose of changing the curriculum so our Kemdikbud appreciation, but it seems the timing or the timing was wrong. Curriculum 2013 is more appropriately called a curriculum that we can accurately test the advantages and disadvantages, after tested. It was not until we know whether this curriculum throughout Indonesia feasible or not. We can discuss through scientific studies that clearly. Not to approach or political power.

Mr president SBYyang good heart. We believe that you can see it quite clearly. Curriculum 2013 can not be applied in this academic year. Do not sacrifice learners because teachers unprepared to face the new curriculum. Would that make Kemdikbud ranks first teacher training of a teacher competency test results (UKG) that has been done. There will be obvious that the quality of teachers in this country. We also can see still lower the quality of principals and supervisors from the UKG. Best solution is to improve the quality of teachers with a variety of effective training and not engineered implementation from 5 days to 3 days. Honesty in implementation should be considered and monitored. How to teach teachers to be improved and enhanced.

Mr. President SBY who I respect and proud. My suggestion is to do a public debate that Indonesian people know what really happened on the 2013 curriculum and staff Kemdikbud seems difficult to accept criticism and continue their own way without regard to the proposal of experts and practitioners in the field of education. Of course we want to be more advanced education in Indonesia when the dialogue continues to be developed, and this is the real democratic life. Not through power approach in which teachers were asked to not take for granted the critical and curriculum in 2013 which is still a lot kekuarangannya. Especially in the implementation on the ground that seemed in a hurry. We are not sure will work, because our country is an archipelago with over 13,000 islands in it. Many of the problems that will be encountered when this policy is applied.

Finally, I must end my letter with a message to my father that teachers are key players in the curriculum. Whatever the curriculum, teacher curriculum profesionallah which will make it achieve its goals. Professional teacher is a tough teacher who is able to deliver light to be learners to the gate of success in the world and the hereafter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar